0

Cerita Inspirasi 1

Posted by dita.muwartami10 on 14 September 2010 in Academic |

Dita Muwartami

E14100041

Laskar 4

Cerita ini terinspirasi dari perjalanan hidup seseorang yang sudah saya kenal baik. Dia memang bukan seseorang yang sempurna, tapi kisah hidupnya sangat menginspirasi saya. Pengalamannya mengajarkan saya bagaimana bisa bertahan, bagaimana bisa tegar dan bagaimana bisa terus memperjuangkan hidup.

Sekarang ini usianya sudah menginjak 27 tahun, dia anak ketiga dari tiga bersaudara, tetapi cobaan tidak pernah berhenti menghamipirinya. Semua berawal ketika ia menginjak usia 12 tahun. Ketika ia sedang membutuhkan belaian kasih orang tua, tiba-tiba saja sang ayah meninggal dunia. Di usia yang masih belia, ia harus kehilangan sosok ayah, dan ia hanya dibesarkan oleh seorang ibu, yang juga harus membesarkan kedua kakak-kakaknya.

Di saat usianya mulai menginjak 16 tahun dia memberanikan diri untuk hijrah ke Jakarta dengan tujuan untuk bekerja sambil sekolah. Keberuntungan memang ada di pihaknya, dia bisa menjalani kedua pekerjaan tersebut dengan lancar, bahkan ia dapat membiayai sekolahnya sendiri, dan setidaknya dapat meringankan beban ibunya.

Tetapi sebagai anak perempuan yang hidup sendiri di kota besar sambil bekerja membuat orang mulai mempergunjingkan tentang dirinya. Sebagai remaja tentu saja, dia menangis setiap mendengar namanya dipergunjingkan. Tapi niat dan tekat yang kuat membuat dia kembali bangkit dan percaya bahwa ia bisa berbuat lebih baik dan membanggakan keluarganya.

Perlahan tapi pasti dia mulai maju sedikit demi sedikit. Tetapi memang benar apa kata pepatah, semakin tinggi pohon, semakin kencang pula angin yang berhembus. Cobaan tak henti-hentinya menerpa gadis ini. Mulai dari cobaan kecil sampai cobaan besar.

Tak dapat dibohongi, terkadang dia menangis, menangis karena merasa tidak kuat. Tapi apabila ia teringat akan tujuan dan usahanya dulu, ia kembali bangkit. Walaupun ia sakit tetapi dia berusaha untuk tegar, bangkit dan selalu tersenyum. Walaupun ia harus tersenyum dalam perih, dia rela. Satu yang membuat dia semangat. Dia ingin keluarganya hidup layak, dia tidak ingin keluarganya dilecehkan oleh orang lain.

Dia memiliki prinsip, “biarkan saya yang susah, daripada keluaga saya sengsara.”. Satu lagi prinsip hidup yang saya pelajari darinya. “Jangan pernah tunjukkan kalau kamu lemah, biarpun pada saat itu adalah titik terlemah kamu.”.

Ternyata memang benar, semua usaha yang dia kerjakan sejak belia tidak sia-sia. Dia telah bisa membiayai sekolah serta kuliahnya. Membantu perekonomian keluarga, bahkan kini dia telah bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang banyak. Karena kini ia telah memiliki beberapa cabang butik di beberapa kota besar, beberapa café, serta beberapa macam bisnis lainnya.

Kini dia memang telah sukses, tetapi tentu saja, namanya juga hidup, pasti akan selalu akan ada pasang surut dan cobaan yang akan menerpa lagi. Tapi dia memang perempuan tegar, yang selalu berusaha tegar dan kuat dalam memperjuangkan hidupnya.

Itulah salah satu kisah seorang wanita yang menginspirasi saya. Yang membuat saya lebih bisa mandiri, lebih bisa mengerti apa artinya usaha dan perjuangan. Mudah-mudahan cerita ini juga dapat menginspirasi teman-teman semua.

0

Cerita Inspirasi 2

Posted by dita.muwartami10 on 14 September 2010 in Academic |

Dita Muwartami

E14100041

Laskar 4

Cerita ini tentang apa yang saya kerjakaan yang menginspirasi orang lain.

Banyak hal yang telah kita kerjakan di dunia ini. Sadar atau tanpa sadar beberapa diantaranya telah menginspirasi sebagian orang di hidup kita, atau mungkin juga berpengaruh di hidup mereka.

Untuk hal yang satu ini mungkin lebih banyak orang yang tidak menyadarinya, seperti halnya saya. Pertama saya mendapatkan tugas ini saya masih harus mengingat beberapa kejadian yang terjadi pada diri saya.

Beberapa bulan yang lalu, tepatnya bulan Maret tahun 2010 ini, saya terinspirasi untuk menulis, mungkin bisa dibilang puisi, lalu seseorang mengatakan jika isi puisi saya itu bagus dan cukup menyentuh. Saya yang merasa baru pemula, merasa jika isi dari puisi saya biasa-biasa saja, karena saya bukan pujangga yang dapat merangkai kata-kata puitis dalam secarik kertas, saya hanya menulis berdasarkan apa yang saya rasa, saya dengar, dan saya lihat.

Tiba-tiba salah seorang sahabat saya, menyodorkan satu aransemen musik, yang menurut saya indah. Sahabat saya itu memang berbakat. Lalu sahabat saya itu meminta saya untuk mengisi musik yang dia buat dengan puisi yang saya buat. Awalnya saya ragu, karena saya belum pernah melakukan ini.

Kemudian saya mencoba untuk me-mix musik yang sahabat saya buat dengan puisi yang saya buat. Setelah dicoba, beberapa orang berkata bahwa lagu yang kita buat bagus. Kemudian aku dan sahabatku memutuskan untuk memberikan lagu itu untuk seorang sahabat sekaligus kakak yang sangat kami sayangi di hari ulang tahunnya. Awalnya kami ragu, karena kami memang pemula di dunia ini. Tapi beberapa orang meyakinkan kita bahwa karya kita memang indah. Yah, akhirnya kami memberanikan diri untuk memberikan karya kami.

Beberapa sahabat yang telah mengetahui “projek” aku dan sahabatku itu meminta kami untuk membawakan lagu itu untuk pertama kali di depan umum, sebagai hadiah kejutan untuk sahabat tersayang itu. Awalnya kami sangat malu, karena beberapa tamu yang datang adalah musisi besar yang sudah kita kenal di Indonesia. Sempat ciut juga nyali kita saat itu. Tapi akhirnya kita memberanikan diri untuk membawakannya special untuk sahabat tersayang kami.

Saat kita menampilkan lagu tersebut, tak disangka, air mata menetes di kedua pipi sahabat tersayang kita itu. Tak terasa pula, teman-teman kita yang lain ikut meneteskan air mata ketika mendengarkan lagu kita tersebut.

Tak disangka, sahabat tersayang kita itu sangat menyukainya. Sejak hari itu banyak yang memuji karya kita, lalu mereka mulai menanyakan, “Kok bisa sih ciptain lagu??? Aku suka loh lagu kalian.” Puji mereka. Atau. .”eh ajarin aku dong, kok bisa sih bikin lagu kayak gitu.” Kita sendiri pun tidak tahu harus menjawab apa. Karena karya kita itu bisa dibilang suatu ketidak sengajaan. Lalu kita hanya bisa menjawab, “terimakasih, hmmm buatnya harus dirasain pake hati, pasti kamu bisa, bahkan mungkin bisa lebih bagus .”

Lagu kita pun menjadi obrolan teman-teman kami di twitter untuk beberapa hari ke depan setelah acara tersebut, dan beberapa teman kami berkata,”Aku juga mau buat lagu kayak kalian ah.” Dan beberapa tanggapan lain yang menyatakan jika mereka ingin mencoba membuat sebuah lagu. Kami senang, karena sebagai pemula, bukan hanya lagu kami bisa dinikmati orang banyak, tetapi juga dapat menginspirasi teman-teman kami untuk membuat karya, yang mungkin jauh lebih indah dari karya kita ini.

Memang kisah saya ini biasa saja, tetapi saya senang, bisa membuat teman-teman saya terinspirasi untuk membuat suatu karya yang bisa paling tidak mereka banggakan.

0

:)

Posted by dita.muwartami10 on 31 July 2010 in Academic |

hello, this one is my first post in my new blog. At this blog I will share  some of the activity or some info about IPB, hahahaha ( if I can). Sorry I dont really like to write, so I’m sorry If my post is not routine. Oh well, someday I’ll be back to share some info. . . See you then :))

Copyright © 2010-2017 dita.muwartami10's blog All rights reserved.
This site is using the Desk Mess Mirrored theme, v2.4, from BuyNowShop.com.